Update Terkini
Stasiun Brebes Ada Berapa? Salah Satunya Saksi Kecelakaan Maut
Stasiun Brebes ada berapa? Siapa sangka Kabupaten yang berada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa…
Stasiun Babakan Cirebon : Pernah Punya Dua Percabangan
Stasiun Babakan boleh jadi hanyalah stasiun ketiga yang ada di Kota Cirebon. Namun tetap merupakan…
Stasiun Cirebon Prujakan : Pertama dan Layani Kereta Ekonomi
Stasiun Cirebon Prujakan beroperasi pertama kali 1897. Kemudian mengalami renovasi tahun 1914. Merupakan bagian dari…
Jalur Kereta Pantura Barat : Pertemuan 4 Segmen Beda Operator
Jalur Kereta Pantura Barat awalnya hanya sebatas Tegal Balapulang. Namun terus berkembang hingga menjadi lintas…
Jadwal Kereta Stasiun Kebasen : Akhirnya Layani Penumpang
Berikut adalah Jadwal Kereta Stasiun Kebasen. Setelah sekian lama hanya jadi tempat persilangan. Terhitung mulai…
Stasiun Kereta Surabaya Gubeng : Akhirnya Jadi Sentral (Utama)
Dari halte upgrade jadi stasiun tahun 1897, Stasiun Kereta Surabaya Gubeng nggak pernah terpikirkan menjadi…
Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng : Selangkah ke Kota Lama
Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng awalnya adalah terminus dengan rute terbatas. Namun pasca kemerdekaan jadi…
PJL Geser Malioboro Yogyakarta : Anti Terobos Terobos Club
PJL Geser Malioboro Yogyakarta memang agak lain. Berada di jalur sumbu filosofi antara Kraton dan…
Stasiun Gadobangkong : Gedung Baru Belum Operasional
Saat ini gedung baru Stasiun Gadobangkong telah selesai dibangun. Tujuannya untuk mengatasi tingginya penumpang. Apalagi…
Balai Yasa Yogyakarta : Warisan NISM Perbaiki Kereta ex PLH
Balai Yasa Yogyakarta pertama kali didirikan oleh NISM. Sebagai bagian dari Lintas Kereta Api Mataram…
Renovasi Stasiun Solo Kota : Peron Tinggi dan Pasang Kanopi
Renovasi Stasiun Solo Kota dengan meninggikan peron dan memasang kanopi di atasnya. Keberadaaannya yang agak…
Jadwal Stasiun Kereta Pasuruan : Semua Perjalanan ke Timur
Selain Commuter Line Supas, Jadwal Stasiun Kereta Pasuruan juga termasuk semua perjalanan KA Jarak Jauh…
Stasiun Kereta Api, juga Halte dan Stopplast melayani naik turun penumpang dan barang. Semua memiliki peran vital. Apabila tak ada akan menyulitkan operasional kereta api. Baik angkutan penumpang maupun barang.
Foto Ilustrasi aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bandung

Stasiun Kereta Api Termasuk Vital
Mengapa infrastruktur ini harus ada di dunia perkretaapian? Bukankah rel kereta api udah cukup untuk si ular besi bisa beroperasi?
Ternyata jalur rel kereta aja belum cukup untuk si ular besi bisa beroperasi. Masih diperlukan adanya infrastruktur untuk layanan turun naik penumpang dan barang. Nah infrastruktur yang dimaksud adalah Stasiun Kereta Api. Minimalnya Halte atau sekedar Stopplast (Pos Pemberhentian).
Ketiganya merupakan infrastruktur penting dalam rangka memaksimalkan kereta api.
Bisa dibayangkan gimana jadinya bila infrastruktur ini nggak ada? Padahal kereta api itu berbeda dengan angkutan jalan raya biasa yang bisa naik turun penumpang dimana aja.
Belum lagi kereta api juga punya jalan sendiri yang dinamakan jalur rel kereta. Menghubungkan satu titik dengan lainnya. Seperti juga jalan raya, jalur rel membutuhkan infrastruktur untuk naik turun penumpang.

Beda Stasiun Kereta Api dengan Halte dan Stopplast
Sama-sama tempat pemberhentian dan terjadi proses naik turun penumpang sebagaimana stasiun kereta api pada umumnya. Namun ada perbedaan cukup mencolok dengan Halte dan Stopplast. Dimanakah bedanya?
Klasifikasi Stasiun Kereta Api
Stasiun sendiri punya klasifikasi lho. Kelas 1, 2, dan 3. Berikut letak perbedaannya
Stasiun Kereta Api Kelas 1
Sering disebut Stasiun Besar yang melayani perjalanan jarak jauh. Kelas 1 memiliki fasilitas lengkap. Selain layanan penumpang, tersedia angkutan barang, Dipo Lokomotif, Kereta, hingga infrastruktur seperti Gudang dan Turntable. Intinya semua ada di sini
Stasiun Kelas 2
Secara fasilitas memang tak selengkap kelas 1. Tapi stasiun kelas 2 udah bisa dibilang stasiun besar. Untuk kelas 2 biasanya hanya jumlah lintasannya lebih sedikit dan nggak ada fasilitas dipo. Paling banter sub dipo atau salah satu dari yang ada di kelas 1.
Stasiun Kelas 3
Untuk kelas 3 hanya menyediakan fasilitas untuk naik turun penumpang tanpa ada bangunan lain seperti Dipo. Meski demikian di dalam stasiun masih tersedia fasilitas toilet dan musholla. Stasiun kelas 3 juga punya PPKA
Halte dan Stopplast
Halte juga berfungsi sebagai tempat untuk naik turun penumpang. Hanya saja secara fisik bangunannya lebih kecil dari stasiun kereta api kelas 3. Di sini hanya menyediakan fasilitas ticket counter (loket) dan ruang tunggu. Nggak ada PPKA, toilet, dan musholla. Petugas yang ada biasanya hanya ticketing, security, dan cleaning service.
Operasional Halte juga menginduk pada stasiun terdekat. Seperti kasus Halte Gadobangkong dibawah Stasiun Cimahi.
Stopplast atau pos pemberhentian dari segi infrastruktur jelas berada di bawah halte. Paling banter di sini hanya menyediakan petugas ticketing saja. Namun untuk operasional juga menginduk ke stasiun terdekat.
Di Indonesia saat ini udah nggak ada lagi stopplast. Paling banter juga halte. Itupun tinggal sedikit yang masih beroperasi seperti Gadobangkong dan Leuwigoong. Bahkan saat ini Halte Gadobangkong sedang dalam proses upgrade menjadi stasiun kelas 3.
