Update Terkini
Stasiun Kroya Cilacap : Tiga Segmen dan Dua Lintas Utama
Stasiun Kroya Cilacap merupakan titik bertemunya tiga segmen dan dua lintas utama. Di sini juga…
Jembatan Kereta Api Bogowonto : Asal Usul Sang Pelopor
Jembatan Kereta Api Bogowonto melintas Sungai Bogowonto di perbatasan Purworejo dan Kulonprogo. Bagian dari jalur…
Jembatan Renville : Agresi Militer Belanda 1 dan Sungai Luk Ulo
Meski bukan lagi bangunan asli, Jembatan Renville di atas Sungai Luk Ulo Kabupaten Kebumen tetap…
Stasiun Maos : Terbesar di Cilacap Barat (Bonus Jeruklegi Lebeng)
Stasiun Maos merupakan stasiun terbesar di Cilacap Barat. Di sini ada Depo Pertamina sebelah utara…
Stasiun Kereta Banjar : Transit atau Ganti Kru (Serba Tanggung)
Ketika percabangan ke Cijulang masih aktif, Stasiun Kereta Banjar merupakan tempat transit. Namun belakangan justru…
Stasiun Kereta Api Ciamis : Berkat Political Will Pejabat Setempat
Stasiun Kereta Api Ciamis merupakan salah satu dari tiga serangkai Stasiun Kereta Tasik Banjar di…
Stasiun KA Tasikmalaya : Stasiun Utama dan Terbesar Kota Santri
Stasiun KA Tasikmalaya adalah stasiun utama dan terbesar di kota santri. Dengan 6 jalur dan…
Inilah 3 Stasiun Kereta Tasik Banjar : Beroperasi Sejak 1894
Berikut adalah 3 stasiun kereta Tasik Banjar sebagai bagian dari Jalur KA Garut ke Cilacap:…
Terowongan Stasiun Tugu Jogja : Kenyamanan dan Keselamatan
Terowongan Stasiun Tugu sebetulnya bukanlah sesuatu yang baru. Fasilitas itu telah ada sejak 1959. Namun…
Stasiun Sidareja Cilacap : Terdekat ke Pantai Pangandaran
Stasiun Sidareja Cilacap justru merupakan titik terdekat menuju Pantai Pangandaran. Beberapa KA Jarak Jauh ternyata…
Terowongan Notog Banyumas : Terpanjang di Jalur Cirebon Kroya
Terowongan Notog Banyumas merupakan yang terpanjang di Jalur KA Cirebon Kroya (1912-1917). Saat ini telah…
Jadwal Stasiun Purwokerto 2023 : Rute Terjauh ke Jember
Berikut adalah Jadwal Stasiun Purwokerto 2023. Berlaku untuk semua layanan aglomerasi dan jarak jauh. Mulai…
Stasiun Kereta Api, juga Halte dan Stopplast melayani naik turun penumpang dan barang. Semua memiliki peran vital. Apabila tak ada akan menyulitkan operasional kereta api. Baik angkutan penumpang maupun barang.
Foto Ilustrasi aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bandung

Stasiun Kereta Api Termasuk Vital
Mengapa infrastruktur ini harus ada di dunia perkretaapian? Bukankah rel kereta api udah cukup untuk si ular besi bisa beroperasi?
Ternyata jalur rel kereta aja belum cukup untuk si ular besi bisa beroperasi. Masih diperlukan adanya infrastruktur untuk layanan turun naik penumpang dan barang. Nah infrastruktur yang dimaksud adalah Stasiun Kereta Api. Minimalnya Halte atau sekedar Stopplast (Pos Pemberhentian).
Ketiganya merupakan infrastruktur penting dalam rangka memaksimalkan kereta api.
Bisa dibayangkan gimana jadinya bila infrastruktur ini nggak ada? Padahal kereta api itu berbeda dengan angkutan jalan raya biasa yang bisa naik turun penumpang dimana aja.
Belum lagi kereta api juga punya jalan sendiri yang dinamakan jalur rel kereta. Menghubungkan satu titik dengan lainnya. Seperti juga jalan raya, jalur rel membutuhkan infrastruktur untuk naik turun penumpang.

Beda Stasiun Kereta Api dengan Halte dan Stopplast
Sama-sama tempat pemberhentian dan terjadi proses naik turun penumpang sebagaimana stasiun kereta api pada umumnya. Namun ada perbedaan cukup mencolok dengan Halte dan Stopplast. Dimanakah bedanya?
Klasifikasi Stasiun Kereta Api
Stasiun sendiri punya klasifikasi lho. Kelas 1, 2, dan 3. Berikut letak perbedaannya
Stasiun Kereta Api Kelas 1
Sering disebut Stasiun Besar yang melayani perjalanan jarak jauh. Kelas 1 memiliki fasilitas lengkap. Selain layanan penumpang, tersedia angkutan barang, Dipo Lokomotif, Kereta, hingga infrastruktur seperti Gudang dan Turntable. Intinya semua ada di sini
Stasiun Kelas 2
Secara fasilitas memang tak selengkap kelas 1. Tapi stasiun kelas 2 udah bisa dibilang stasiun besar. Untuk kelas 2 biasanya hanya jumlah lintasannya lebih sedikit dan nggak ada fasilitas dipo. Paling banter sub dipo atau salah satu dari yang ada di kelas 1.
Stasiun Kelas 3
Untuk kelas 3 hanya menyediakan fasilitas untuk naik turun penumpang tanpa ada bangunan lain seperti Dipo. Meski demikian di dalam stasiun masih tersedia fasilitas toilet dan musholla. Stasiun kelas 3 juga punya PPKA
Halte dan Stopplast
Halte juga berfungsi sebagai tempat untuk naik turun penumpang. Hanya saja secara fisik bangunannya lebih kecil dari stasiun kereta api kelas 3. Di sini hanya menyediakan fasilitas ticket counter (loket) dan ruang tunggu. Nggak ada PPKA, toilet, dan musholla. Petugas yang ada biasanya hanya ticketing, security, dan cleaning service.
Operasional Halte juga menginduk pada stasiun terdekat. Seperti kasus Halte Gadobangkong dibawah Stasiun Cimahi.
Stopplast atau pos pemberhentian dari segi infrastruktur jelas berada di bawah halte. Paling banter di sini hanya menyediakan petugas ticketing saja. Namun untuk operasional juga menginduk ke stasiun terdekat.
Di Indonesia saat ini udah nggak ada lagi stopplast. Paling banter juga halte. Itupun tinggal sedikit yang masih beroperasi seperti Gadobangkong dan Leuwigoong. Bahkan saat ini Halte Gadobangkong sedang dalam proses upgrade menjadi stasiun kelas 3.
