Update Terkini
Stasiun Solo Kota Satu-Satunya Layani 2 Kereta
Stasiun Solo Kota boleh dibilang paling kecil dan beda jalur diantara 3 stasiun lainnya. Namun…
Stasiun Sukoharjo Lebih Dekat ke Pusat Kota
Stasiun Sukoharjo memang berada di lintas cabang dan hanya melayani KA Batara Kresna. Namun demikian…
Stasiun Pasar Nguter Lebih Menyerupai Halte
Stasiun Pasar Nguter punya peran penting di lintas kereta Wonogiri ke Solo. Walaupun begitu secara…
Stasiun Wonogiri Asalnya Bukan Terminus
Saat ini Stasiun Wonogiri merupakan awal dan destinasi akhir KA Batara Kresna. Meskipun begitu sejatinya…
Stasiun Kereta Api Jatinegara Layani 4 KAJJ
Selain KRL Commuter Line dan Kedatangan, Stasiun Kereta Api Jatinegara kini layani 4 keberangkatan KAJJ….
Stasiun Palur : Apa Jadinya Tanpa KRL Joglo ?
Stasiun Palur awalnya hanyalah sebuah stasiun kecil. Namun keberadaan KRL Joglo merubahnya menjadi gerbang masuk…
Stasiun Solo Jebres dari SS hingga KRL Joglo
Stasiun Solo Jebres pernah punya peran penting di masa lalu. Baik ketika dioperasikan Staats Spoorwegen…
Stasiun Ngawi Dulu Namanya Paron (Identitas Daerah)
Stasiun Ngawi sebelumnya lebih dikenal dengan nama Paron. Bagian dari sejarah Kereta Solo Surabaya. Perubahan…
Stasiun Madiun Di Antara INKA dan Pertamina
Salah satu stasiun penting di jalur selatan. Stasiun Madiun berada di antara dua institusi besar…
Stasiun Kediri : Dinamika Perkeretaapian Kota Tahu
Stasiun Kediri menjadi saksi sejumlah dinamika perkeretaapian di Kota Tahu. Hingga sebatas bagian Jalur Blitar….
Terowongan Kereta Api Karangkates : 100% Indonesia
Kebanyakan peninggalan Belanda, Terowongan Kereta Api Karangkates baru dibangun tahun 1969 dan dioperasikan setahun kemudian….
Stasiun Blitar Titik Temu Jalur Kantong
Stasiun Blitar berdiri tahun 1884 merupakan titik paling selatan sekaligus temu jalur kantong. Selain Kereta…
Stasiun Kereta Api, juga Halte dan Stopplast melayani naik turun penumpang dan barang. Semua memiliki peran vital. Apabila tak ada akan menyulitkan operasional kereta api. Baik angkutan penumpang maupun barang.
Foto Ilustrasi aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bandung

Stasiun Kereta Api Termasuk Vital
Mengapa infrastruktur ini harus ada di dunia perkretaapian? Bukankah rel kereta api udah cukup untuk si ular besi bisa beroperasi?
Ternyata jalur rel kereta aja belum cukup untuk si ular besi bisa beroperasi. Masih diperlukan adanya infrastruktur untuk layanan turun naik penumpang dan barang. Nah infrastruktur yang dimaksud adalah Stasiun Kereta Api. Minimalnya Halte atau sekedar Stopplast (Pos Pemberhentian).
Ketiganya merupakan infrastruktur penting dalam rangka memaksimalkan kereta api.
Bisa dibayangkan gimana jadinya bila infrastruktur ini nggak ada? Padahal kereta api itu berbeda dengan angkutan jalan raya biasa yang bisa naik turun penumpang dimana aja.
Belum lagi kereta api juga punya jalan sendiri yang dinamakan jalur rel kereta. Menghubungkan satu titik dengan lainnya. Seperti juga jalan raya, jalur rel membutuhkan infrastruktur untuk naik turun penumpang.

Beda Stasiun Kereta Api dengan Halte dan Stopplast
Sama-sama tempat pemberhentian dan terjadi proses naik turun penumpang sebagaimana stasiun kereta api pada umumnya. Namun ada perbedaan cukup mencolok dengan Halte dan Stopplast. Dimanakah bedanya?
Klasifikasi Stasiun Kereta Api
Stasiun sendiri punya klasifikasi lho. Kelas 1, 2, dan 3. Berikut letak perbedaannya
Stasiun Kereta Api Kelas 1
Sering disebut Stasiun Besar yang melayani perjalanan jarak jauh. Kelas 1 memiliki fasilitas lengkap. Selain layanan penumpang, tersedia angkutan barang, Dipo Lokomotif, Kereta, hingga infrastruktur seperti Gudang dan Turntable. Intinya semua ada di sini
Stasiun Kelas 2
Secara fasilitas memang tak selengkap kelas 1. Tapi stasiun kelas 2 udah bisa dibilang stasiun besar. Untuk kelas 2 biasanya hanya jumlah lintasannya lebih sedikit dan nggak ada fasilitas dipo. Paling banter sub dipo atau salah satu dari yang ada di kelas 1.
Stasiun Kelas 3
Untuk kelas 3 hanya menyediakan fasilitas untuk naik turun penumpang tanpa ada bangunan lain seperti Dipo. Meski demikian di dalam stasiun masih tersedia fasilitas toilet dan musholla. Stasiun kelas 3 juga punya PPKA
Halte dan Stopplast
Halte juga berfungsi sebagai tempat untuk naik turun penumpang. Hanya saja secara fisik bangunannya lebih kecil dari stasiun kereta api kelas 3. Di sini hanya menyediakan fasilitas ticket counter (loket) dan ruang tunggu. Nggak ada PPKA, toilet, dan musholla. Petugas yang ada biasanya hanya ticketing, security, dan cleaning service.
Operasional Halte juga menginduk pada stasiun terdekat. Seperti kasus Halte Gadobangkong dibawah Stasiun Cimahi.
Stopplast atau pos pemberhentian dari segi infrastruktur jelas berada di bawah halte. Paling banter di sini hanya menyediakan petugas ticketing saja. Namun untuk operasional juga menginduk ke stasiun terdekat.
Di Indonesia saat ini udah nggak ada lagi stopplast. Paling banter juga halte. Itupun tinggal sedikit yang masih beroperasi seperti Gadobangkong dan Leuwigoong. Bahkan saat ini Halte Gadobangkong sedang dalam proses upgrade menjadi stasiun kelas 3.
