Gapeka 2025 telah berlaku sejak 1 Februari 2025 dengan berbagai dinamikanya. Mulai kereta legendaris yang kembali dinas (reborn), Kereta baru, perpanjangan rute, upgrade hingga downgrade dukungan sarana. Dinamika yang tentunya sering menimbulkan pro dan kontra.
Pendahuluan
Jadwal Perjalanan Kereta Api telah mengalami perubahan mulai 1 Februari 2025. Telah menjadi hal biasa yang namanya jadwal kereta itu mengalami perubahan karena berbagai faktor. Mulai dari teknis hingga permintaan pasar. Nah untuk Gapeka baru tersebut jika melihat permintaan pasar itu terjadi fenomena yang dinamakan “Banyuwangi Addict”.
Kemudian ada dua kereta legendaris yang kembali beroperasi. Sebelum berlaku gapeka baru udah ada Drama yakni KA Logawa ke Banyuwangi (bagian dari Banyuwangi Addict). Bermula dari ujicoba yang gagal di terowongan Garahan hingga akhirnya terpaksa downgrade jadi Logawa Ekonomi Premium. Itu hanya sedikit contoh dari dinamika yang ada di Gapeka baru.
Gapeka 2025 : Kembalinya Kereta Api Parahyangan dan Gunung Jati
Gapeka 2025 diramaikan dengan kembalinya dua kereta legendaris yakni Kereta Api Parahyangan dan Gunung Jati. Sang Legenda Priangan Barat kini hadir dengan pola perjalanan baru yang berbeda dengan KA Argo Parahyangan.
Kereta Api Parahyangan sekarang lebih mirip layanan aglomerasi alih-alih KA Jarak Jauh. Hal ini sebagai efek dari beroperasinya Kereta Cepat Whoosh agar kereta konvensional di jalur legendaris tetap memiliki nilai jual. Sehingga tarif kawasan diberlakukan.
KA Gunung Jati pernah melayani Jakarta Cirebon di dekade 1970 hingga 1980-an sebelum digantikan Cirebon Ekspres. Kereta legendaris ini kembali hadir bersama Cakrabuana menggantikan Argo Cheribon yang sempat kontroversial. Di Gapeka baru ini KA Gunung Jati bukan hanya melayani rute dari Stasiun Gambir ke Stasiun Cirebon Kejaksaan, tapi juga hingga Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.
Di Gapeka 2025, Kereta Api Matarmaja Balik ke Semarang Poncol
Setelah kurang lebih 7 tahun berhenti di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng, mulai 1 Februari 2025 Kereta Api Matarmaja kembali ke Stasiun Semarang Poncol. Kereta yang telah beroperasi sejak 1983 ini awalnya memang singgah di sini. Namun di 2018 pindah ke Stasiun Semarang Tawang dan kini ke Poncol lagi. Seolah menjaga marwah sebagai kereta ekonomi walaupun tanpa subsidi.

Gapeka 2025 dan Kereta Baru
Biasanya penerapan Gapeka Baru dibarengi dengan munculnya kereta baru. Nah di sini ada KA Cakrabuana rute Stasiun Gambir – Cirebon Kejaksaan – Purwokerto. Kemudian ada KA Batavia rute Gambir – Solo Balapan yang dijalankan secara fakultatif. Lalu ada Kereta Api Ijen Express dari Stasiun Malang ke Ketapang sebagai pendamping Tawang Alun. Duh lagi-lagi Banyuwangi Addict.
Stasiun Madiun nggak mau ketinggalan kedatangan kereta baru yakni Madiun Jaya. Walaupun sebetulnya nama tersebut dulu pernah ada sebagai layanan KRD Lokal, kini Madiun Jaya hadir sebagai KA Jarak Jauh dari Stasiun Madiun ke Stasiun Jakarta Pasar Senen dan Sebaliknya.

Upgrade dan Downgrade Dukungan Sarana
Gapeka 2025 turut diramaikan dengan upgrade dan downgrade dukungan sarana. Diantara kereta yang mengalami upgrade adalah Kereta Api Joglosemarkerto untuk kereta ekonominya dari ekonomi plus kemenhub ke New Generation Modifikasi. Kemudian ada KA Bogowonto upgrade ke Stainless Steel New Generation (SSNG).
Upgrade juga terjadi di kereta perintis Batara Kresna yang kini menggunakan KRD MCW 302 rehab yang sebelumnya dinas sebagai Kedungsepur. Namun ada yang upgrade tentu ada yang downgrade. Paling nyata ialah Kereta Logawa Ekonomi Premium demi perpanjangan relasi hingga Stasiun Ketapang.
Kemudian di Daop 4 Semarang KA Menoreh yang semula K3 New Generation downgrade jadi Ekonomi Plus New Image. Meski di sisi lain campur dengan kereta eksekutif mild steel. Hal yang sama juga terjadi di Tawang Jaya Premium. Dimana Premium Mild Steel downgrade ke Ekonomi Plus New Image. Kedungsepur juga downgrade pakai kereta ekonomi 106 penumpang.
Bukan hanya dukungan sarana kereta, downgrade ternyata terjadi di dukungan sarana lokomotif. Dimana Sarana Lokomotif KA Lodaya yang selama satu dekade setia dengan CC206 kini downgrade ke CC204 Batch 1.
Konsekuensinya mengurangi satu K3 Stainless Steel New Generation (SSNG) dan jadi Stamformasi 9 (SF9). Ngenesnya lagi itu hampir bertepatan dengan hari jadi KA Lodaya 33 tahun di tanggal 11 Maret 2025.

Kepunahan Kereta Bisnis Kian Nyata
Di Gapeka 2025 khususnya Pulau Jawa, Kereta Bisnis kini hanya tersisa di KA Gumarang dan Kereta Api Tegal Bahari. Hal ini semakin membuktikan dengan nyata bahwa kepunahan kereta bisnis kian nyata. Apalagi dengan banyaknya kereta ekonomi plus kemenhub yang dimodifikasi. Berarti kereta bisnis di dua kereta tersebut hanya tinggal menunggu waktu.

Kesimpulan
Gapeka 2025 ternyata diikuti berbagai dinamika. Hadirnya kembali dua kereta legendaris yang sempat mati suri. Kemudian ada yang downgrade hanya demi perpanjangan relasi ke Banyuwangi. Downgrade juga terjadi pada dukungan sarana lokomotif KA Lodaya. Meskipun begitu ada beberapa kereta yang upgrade.
Gapeka baru juga semakin memperlihatkan kepunahan kereta bisnis kian nyata. Dengan hanya tersisa di KA Gumarang dan Kereta Api Tegal Bahari. Khususnya di Pulau Jawa.


Leave a Reply