Kenapa Kereta Bisnis Dihapus? Kini Hanya Tersisa di 3 Kereta Saja!
Kenapa Kereta Bisnis Dihapus? Sebetulnya wacana ini telah ada sejak tahun 2012. PT. KAI disebut…
Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng : Selangkah ke Kota Lama
Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng awalnya adalah terminus dengan rute terbatas. Namun pasca kemerdekaan jadi…
PJL Geser Malioboro Yogyakarta : Anti Terobos Terobos Club
PJL Geser Malioboro Yogyakarta memang agak lain. Berada di jalur sumbu filosofi antara Kraton dan…
Sisa Tragedi Bintaro K306601BD : Terancam Jadi Satu Satunya
Kereta Sisa Tragedi Bintaro K306601BD adalah salah satu sarana yang biasa dipakai Commuter Line Bandung…
Kereta Api Lodaya Bisnis : 5 Tahun Untuk Kembalikan Rasa Nyaman
Kereta Api Lodaya Bisnis secara resmi hilang di awal tahun 2019. Sayang penggantinya waktu itu…
KA Ciremai Ekspres : Satu dari Dua Non PSO Tersisa di Priangan
Bersama dengan Pasundan, KA Ciremai Ekspres merupakan rangkaian KA Jarak Jauh yang masih menggunakan sarana…
Kereta Api Ciremai : Konektivitas Priangan dan Pantura Barat
Kereta Api Ciremai pernah mengalami perubahan rute dan layanan. Sebelum akhirnya melayani rute dari Stasiun…
Stasiun Gadobangkong : Gedung Baru Belum Operasional
Saat ini gedung baru Stasiun Gadobangkong telah selesai dibangun. Tujuannya untuk mengatasi tingginya penumpang. Apalagi…
Balai Yasa Yogyakarta : Warisan NISM Perbaiki Kereta ex PLH
Balai Yasa Yogyakarta pertama kali didirikan oleh NISM. Sebagai bagian dari Lintas Kereta Api Mataram…
Kereta Sultan Pakubuwono X : Bukan Sekedar Monumen Statis
Dua Kereta Sultan Pakubuwono X yakni Kereta Pelesir (ILW4) dan Kereta Jenazah. Di satu sisi…
Kereta Wisata Solo Jalandara : Icon dan Daya Tarik Kota Surakarta
Kereta Wisata Solo Jalandara adalah rangkaian kereta yang ditarik lokomotif uap. Melayani rute Purwosari –…
Kereta Api Lodaya : Antara Tanah Priangan dan Vortenslanden
Kereta Api Lodaya merupakan penguhubung antara Tanah Priangan dan Vortenslanden. Mengawali dinasnya sebagai Senja Mataram…
Kereta Api : KAJJ, Komuter, dan Wisata
Moda transportasi yang tak asing lagi bahkan telah menjadi pilihan utama untuk melakukan kegiatan traveling. Pada bagian ini tersedia berbagai artikel yang membahas seputar profil kereta api beserta rutenya. Termasuk juga sejarah pengoperasiannya. Kami membagi lagi ke dalam 3 sub katagori yakni
Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ)
Disebut juga layanan antar kota. Untuk menaiki kereta ini dibutuhkan proses reservasi tiket sampai pada boarding ketika berada di stasiun dan hendak berangkat. Biasanya pemesanan tiket bisa dilakukan 1-3 bulan sebelum keberangkatan tergantung pada periodenya.
Nama-nama seperti Argo Parahyangan, Argo Semeru, Argo Wilis, Lodaya, Cikuray dan lainnya tentu cukup familiar di telinga kita. Nah itu semua akan dibahas di sini. Masuk dalam katagori KAJJ.
Namun bila berbicara soal jarak jauh, ternyata ada kereta jarak menengah atau aglomerasi yang secara prosedur untuk menaikinya sama seperti KAJJ
Naik aglomerasi seperti KA Joglosemarkerto atau Kamandaka membutuhkan proses reservasi dan boarding. Itu juga akan masuk dalam sub katagori KAJJ meski aslinya bukan KAJJ.
Pola operasional Kereta Aglomerasi cenderung mirip dengan komuter. Bedanya di sini membutuhkan proses boarding. Saat ini mayoritas KAJJ masih dioperasikan oleh PT. KAI, dan telah bertambah satu operator baru yakni KCIC selaku operator Kereta Cepat atau Whooosh.
Komuter dan Perintis
Moda transportasi Kereta Api sebagai penunjang aktivitas harian kamu. Misalkan mau kerja, kuliah, atau sekolah kadang membutuhkan moda transportasi ini. Untuk yang model begini dinamakan Kereta Komuter. Pola operasionalnya berhenti di setiap stasiun dan pemberhentian. Untuk menaikinya tanpa reservasi apalagi boarding.
Di sini kamu hanya perlu membeli tiket melalui aplikasi atau langsung Tap In Kartu Uang Elektronik (KUE) di stasiun langsung bisa naik kereta komuter. Bedanya komuter dan jarak jauh ialah diperbolehkan untuk berdiri. Bahkan dalam kondisi tertentu misalkan harus mengutamakan penumpang prioritas malah wajib berdiri.
Selain komuter ada satu lagi namanya Kereta Api Perintis. Bedanya pengoperasian Perintis cenderung dalam rangka menyelamatkan aset milik operator. Jadwalnya terbatas dan tarifnya pun murah karena disubsidi oleh pemerintah. Umumnya pola pengoperasian perintis mirip dengan komuter. Tergantung pada wilayah masing-masing.
Kereta Api Wisata dan Lainnya
Masih ada lagi kereta api wisata yang dioperasikan untuk kebutuhan pariwisata di destinasi wisata dengan tema Roda Besi seperti Ambarawa. Juga kereta-kereta barang hingga kereta inspeksi. Untuk barang ada yang berjadwal maupun KLB, sedangkan inspeksi biasanya KLB (Kereta Luar Biasa). Kereta Bandara yang dioperasikan Railink juga masuk di sini.
Kereta Api : Sarana, Stasiun, dan Infrastruktur Lainnya
Tak ketinggalan, pada bagian ini juga turut dibahas tentang sarana, stasiun, dan infrastruktur perkeretaapian lainnya.
Sarana
Sarana di sini mencakup kereta, gerbong, dan lokomotif yang dipakai untuk menarik rangkaian kereta. Termasuk juga kereta dengan tenaga listrik maupun diesel sebagai penggerak. Masuk di sini kereta-kereta khusus, inspeksi, hingga penolong.
Infrastruktur Perkeretaapian
Untuk mengoperasikan rangkaian kereta api, infrastruktur jelas perlu. Mencakup jaringan rel kereta, sistem persinyalan sebagai aspek keselamatan, jembatan untuk melewati sungai atau lembah, hingga terowongan.
Stasiun dan Pemberhentian
Apalah artinya rangkaian kereta api tanpa adanya stasiun dan pemberhentian. Ini merupakan fasilitas penting yang harus ada.
Stasiun sebagai titik keberangkatan awal maupun terminus. Sedangkan pemberhentian ada yang berupa halte dan stopplast. Halte hanya ada fasilitas loket dan ruang tunggu. Sedangkan stopplast biasanya hanyalah sebuah titik tanpa ada bangunan fisik. Namun sekarang keberadaan halte mulai berkurang. Bahkan stopplast sudah tak ada lagi.









