Update Terkini
Stasiun Kereta Api Purwokerto : Terbesar dan Layani Semua KAJJ
Stasiun Kereta Api Purwokerto merupakan stasiun utama dan terbesar di jalur KA Cirebon Kroya. Merupakan…
Stasiun Kebasen, Strategis Tapi Belum Melayani Penumpang
Stasiun Kebasen secara posisi cukup strategis dan udah pake bangunan baru. Sayang hingga kini masih…
Terowongan Kebasen, Saksi Tabrakan Adu Banteng 1981
Terowongan Kebasen terletak di antara Stasiun Kebasen dan Jembatan Sungai Serayu Rawalo. Beroperasi 1917 sebagai…
Jembatan Citiis Nagreg – Terekstrem di Lintas Cicalengka Garut
Terletak di perak Nagreg-Lebakjero, Jembatan Citiis Nagreg adalah yang paling ekstrem di Jalur Kereta Cicalengka…
Urgensi Double Track Cicalengka dan Lintas Utama Lainnya
Banyak yang mengaitkan kecelakaan kemarin dengan Double Track Cicalengka yang belum tuntas. Seberapa pentingkah itu…
Jadwal Kereta Semarang Poncol – Aglomerasi, Ekonomi, Komuter
Berikut jadwal kereta Semarang Poncol berdasarkan Gapeka 2023. Tersedia perjalanan kereta aglomerasi, ekonomi jarak jauh,…
Stasiun Semarang Poncol – Dari Terminus ke Kereta Ekonomi
Stasiun Semarang Poncol awalnya terminus jalur kereta milik SCSM. Namun seiring berjalannya waktu terus mengalami…
Sinyal Tebeng Krian : Koleksi Museum Ambarawa (ex-Temanan)
Salah satu persinyalan mekanik legendaris, Sinyal Tebeng Krian, pernah digunakan di era Staats Spoorwegen (SS)…
Renovasi Stasiun KA Padalarang : Seperti Proyek Sangkuriang
Renovasi Stasiun KA Padalarang setelah ditetapkan sebagai salah satu pemberhentian Kereta Cepat Whoosh. Efek dari…
Jalur KA Ambarawa Kedungjati : Mirip Garut Line (Ikuti Alur Sungai)
Jalur KA Ambarawa Kedungjati memang masih 50% yang aktif untuk kegiatan pariwisata. Namun untuk setengah…
Belajar dan Nostalgia di Museum Kereta Api Ambarawa
Museum Kereta Api Ambarawa dibuka nggak lama setelah penonaktifan lintas Yogyakarta-Magelang-Ambarawa. Di sini terdapat koleksi…
Terowongan KCIC Terpanjang : Memecahkan Rekor Indonesia!
Merupakan salah satu sarana penting terdapat Terowongan KCIC Terpanjang di Cikalong Wetan yang tentunya telah…
Stasiun Kereta Api, juga Halte dan Stopplast melayani naik turun penumpang dan barang. Semua memiliki peran vital. Apabila tak ada akan menyulitkan operasional kereta api. Baik angkutan penumpang maupun barang.
Foto Ilustrasi aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bandung

Stasiun Kereta Api Termasuk Vital
Mengapa infrastruktur ini harus ada di dunia perkretaapian? Bukankah rel kereta api udah cukup untuk si ular besi bisa beroperasi?
Ternyata jalur rel kereta aja belum cukup untuk si ular besi bisa beroperasi. Masih diperlukan adanya infrastruktur untuk layanan turun naik penumpang dan barang. Nah infrastruktur yang dimaksud adalah Stasiun Kereta Api. Minimalnya Halte atau sekedar Stopplast (Pos Pemberhentian).
Ketiganya merupakan infrastruktur penting dalam rangka memaksimalkan kereta api.
Bisa dibayangkan gimana jadinya bila infrastruktur ini nggak ada? Padahal kereta api itu berbeda dengan angkutan jalan raya biasa yang bisa naik turun penumpang dimana aja.
Belum lagi kereta api juga punya jalan sendiri yang dinamakan jalur rel kereta. Menghubungkan satu titik dengan lainnya. Seperti juga jalan raya, jalur rel membutuhkan infrastruktur untuk naik turun penumpang.

Beda Stasiun Kereta Api dengan Halte dan Stopplast
Sama-sama tempat pemberhentian dan terjadi proses naik turun penumpang sebagaimana stasiun kereta api pada umumnya. Namun ada perbedaan cukup mencolok dengan Halte dan Stopplast. Dimanakah bedanya?
Klasifikasi Stasiun Kereta Api
Stasiun sendiri punya klasifikasi lho. Kelas 1, 2, dan 3. Berikut letak perbedaannya
Stasiun Kereta Api Kelas 1
Sering disebut Stasiun Besar yang melayani perjalanan jarak jauh. Kelas 1 memiliki fasilitas lengkap. Selain layanan penumpang, tersedia angkutan barang, Dipo Lokomotif, Kereta, hingga infrastruktur seperti Gudang dan Turntable. Intinya semua ada di sini
Stasiun Kelas 2
Secara fasilitas memang tak selengkap kelas 1. Tapi stasiun kelas 2 udah bisa dibilang stasiun besar. Untuk kelas 2 biasanya hanya jumlah lintasannya lebih sedikit dan nggak ada fasilitas dipo. Paling banter sub dipo atau salah satu dari yang ada di kelas 1.
Stasiun Kelas 3
Untuk kelas 3 hanya menyediakan fasilitas untuk naik turun penumpang tanpa ada bangunan lain seperti Dipo. Meski demikian di dalam stasiun masih tersedia fasilitas toilet dan musholla. Stasiun kelas 3 juga punya PPKA
Halte dan Stopplast
Halte juga berfungsi sebagai tempat untuk naik turun penumpang. Hanya saja secara fisik bangunannya lebih kecil dari stasiun kereta api kelas 3. Di sini hanya menyediakan fasilitas ticket counter (loket) dan ruang tunggu. Nggak ada PPKA, toilet, dan musholla. Petugas yang ada biasanya hanya ticketing, security, dan cleaning service.
Operasional Halte juga menginduk pada stasiun terdekat. Seperti kasus Halte Gadobangkong dibawah Stasiun Cimahi.
Stopplast atau pos pemberhentian dari segi infrastruktur jelas berada di bawah halte. Paling banter di sini hanya menyediakan petugas ticketing saja. Namun untuk operasional juga menginduk ke stasiun terdekat.
Di Indonesia saat ini udah nggak ada lagi stopplast. Paling banter juga halte. Itupun tinggal sedikit yang masih beroperasi seperti Gadobangkong dan Leuwigoong. Bahkan saat ini Halte Gadobangkong sedang dalam proses upgrade menjadi stasiun kelas 3.
