Update Terkini
Jalur KCJB Sejajar Tol dan Lintas Eksisting: 13 Terowongan
Sebagian besar jalur KCJB (Whoosh) dibangun sejajar dengan Jalan Tol Jakarta Cikampek dan Purbaleunyi. Meskipun…
Jembatan Kereta Cikubang : Masih Terpanjang Di Indonesia (Aktif)
Siapa yang nggak tau jembatan kereta Cikubang? Naik kereta api ke Bandung pasti bakalan lewat….
Jembatan Serayu Kebasen di Jalur KA Cirebon Kroya
Jembatan Serayu Kebasen merupakan bagian penting Jalur KA Cirebon Kroya dalam rangka percepatan konektivitas Jakarta…
Jembatan Kereta Serayu Maos : Terbentuknya Jalur Trans Jawa
Jembatan Kereta Serayu Maos terletak di antara Halte Kasugihan dan Stasiun Maos. Memegang peranan penting…
Dua Jembatan Kereta Serayu : Awas Jangan Keliru Ya!
Dua Jembatan Kereta Serayu akan kamu lewati ketika trip dari Bandung ke Purwokerto. Naik KA…
Adakah Wisata Mistis Gedung Birao Tegal? (Masih Belum Dibuka)
Walaupun terlihat masih ada aktivitas dan nggak terlalu mangkrak. Tetap aja ada kesan Wisata Mistis…
Gedung Birao Tegal : Harusnya Jadi Destinasi dan Icon Pariwisata
Gedung Birao Tegal dioperasikan tahun 1913 sebagai kantor pusat operator swasta SCSM. Sayangnya seiring berjalan…
Monumen Lokomotif Tegal : Taman Pancasila dan Alun Alun Timur
Terletak percis di depan Stasiun Tegal dan Gedung Birao. Monumen Lokomotif Tegal punya kesan menyambut…
Stasiun Tegal : Hanya Selangkah Menuju Pusat Kota Bahari
Stasiun Tegal adalah salah satu stasiun utama di Jalur Kereta Pantura Barat. Memiliki sejarah panjang…
Pintu Selatan Stasiun Tugu : Selangkah Menuju Malioboro
Belum jelas kapan pertama kali Pintu Selatan Stasiun Tugu dibuka. Walaupun begitu keberadaannya sangat penting….
Stasiun Tugu Jogja : Pernah Terminus dan Transit Utama
Stasiun Tugu Jogja asalnya dioperasikan SS, tapi juga melayani kereta NISM. Pernah jadi terminus dan…
Stasiun Tuntang : Masih Sebatas Persinggahan Kereta Wisata
Stasiun Tuntang pernah menjadi bagian dari percabangan lintas utama NISM. Namun selepas perubahan fungsi Ambarawa…
Stasiun Kereta Api, juga Halte dan Stopplast melayani naik turun penumpang dan barang. Semua memiliki peran vital. Apabila tak ada akan menyulitkan operasional kereta api. Baik angkutan penumpang maupun barang.
Foto Ilustrasi aktivitas naik turun penumpang di Stasiun Bandung

Stasiun Kereta Api Termasuk Vital
Mengapa infrastruktur ini harus ada di dunia perkretaapian? Bukankah rel kereta api udah cukup untuk si ular besi bisa beroperasi?
Ternyata jalur rel kereta aja belum cukup untuk si ular besi bisa beroperasi. Masih diperlukan adanya infrastruktur untuk layanan turun naik penumpang dan barang. Nah infrastruktur yang dimaksud adalah Stasiun Kereta Api. Minimalnya Halte atau sekedar Stopplast (Pos Pemberhentian).
Ketiganya merupakan infrastruktur penting dalam rangka memaksimalkan kereta api.
Bisa dibayangkan gimana jadinya bila infrastruktur ini nggak ada? Padahal kereta api itu berbeda dengan angkutan jalan raya biasa yang bisa naik turun penumpang dimana aja.
Belum lagi kereta api juga punya jalan sendiri yang dinamakan jalur rel kereta. Menghubungkan satu titik dengan lainnya. Seperti juga jalan raya, jalur rel membutuhkan infrastruktur untuk naik turun penumpang.

Beda Stasiun Kereta Api dengan Halte dan Stopplast
Sama-sama tempat pemberhentian dan terjadi proses naik turun penumpang sebagaimana stasiun kereta api pada umumnya. Namun ada perbedaan cukup mencolok dengan Halte dan Stopplast. Dimanakah bedanya?
Klasifikasi Stasiun Kereta Api
Stasiun sendiri punya klasifikasi lho. Kelas 1, 2, dan 3. Berikut letak perbedaannya
Stasiun Kereta Api Kelas 1
Sering disebut Stasiun Besar yang melayani perjalanan jarak jauh. Kelas 1 memiliki fasilitas lengkap. Selain layanan penumpang, tersedia angkutan barang, Dipo Lokomotif, Kereta, hingga infrastruktur seperti Gudang dan Turntable. Intinya semua ada di sini
Stasiun Kelas 2
Secara fasilitas memang tak selengkap kelas 1. Tapi stasiun kelas 2 udah bisa dibilang stasiun besar. Untuk kelas 2 biasanya hanya jumlah lintasannya lebih sedikit dan nggak ada fasilitas dipo. Paling banter sub dipo atau salah satu dari yang ada di kelas 1.
Stasiun Kelas 3
Untuk kelas 3 hanya menyediakan fasilitas untuk naik turun penumpang tanpa ada bangunan lain seperti Dipo. Meski demikian di dalam stasiun masih tersedia fasilitas toilet dan musholla. Stasiun kelas 3 juga punya PPKA
Halte dan Stopplast
Halte juga berfungsi sebagai tempat untuk naik turun penumpang. Hanya saja secara fisik bangunannya lebih kecil dari stasiun kereta api kelas 3. Di sini hanya menyediakan fasilitas ticket counter (loket) dan ruang tunggu. Nggak ada PPKA, toilet, dan musholla. Petugas yang ada biasanya hanya ticketing, security, dan cleaning service.
Operasional Halte juga menginduk pada stasiun terdekat. Seperti kasus Halte Gadobangkong dibawah Stasiun Cimahi.
Stopplast atau pos pemberhentian dari segi infrastruktur jelas berada di bawah halte. Paling banter di sini hanya menyediakan petugas ticketing saja. Namun untuk operasional juga menginduk ke stasiun terdekat.
Di Indonesia saat ini udah nggak ada lagi stopplast. Paling banter juga halte. Itupun tinggal sedikit yang masih beroperasi seperti Gadobangkong dan Leuwigoong. Bahkan saat ini Halte Gadobangkong sedang dalam proses upgrade menjadi stasiun kelas 3.
